Minggu, 20 September 2020

Sebuah Kata "Mau"

 Mungkin..

Sudah bukan waktunya

Untuk kita bicara tentang kata cinta

Seumuran kita kepercayaan mungkin yang utama

Untuk membangun sebuah hubungan cinta


Mungkin..

Apa yang kita sepakati

Untukmu adalah hal yang sepele tak berarti

Meski disitu kupercayakan sebuah hati

Hingga nafsu membuatmu mengingkari


Mungkin..

Kamu tak pernah tahu apa yang kurasakan

Tentangmu, tentang semua yang ada di dirimu

Dari beberapa perselisihan mungkin sebuah pesan

Yang berakhir hanya dengan sebuah kata "mau"


Mungkin..

Memang sampai disini cerita tentang kita

Meski aku tak tahu cara menyembuhkan luka

Yang terbaik kuucap semua doa

Semoga "Mau" mu mendapatkan bahagia


Sebuah kata yang dengan seenaknya engkau ucapkan

Tak peduli bagaimana dari awal kita perjuangkan

Tanpa selipkan maaf malah dengan senyuman

Mungkin..

Kini saatnya aku yang tersenyum 


Kamis, 17 September 2020

Aku

Sejak aku selamat dari kematian beberapa tahun yang lalu semua permainan perebutan kekuasaan dan kekuatan tidak ada artinya bagiku.
Jika kita tidak bahagia,maka apa gunanya memiliki seluruh dunia?
Aku hanya ingin melewati hidup yang sederhana dan bahagia,tidur sampai bangun sendiri,lapar ada makanan untuk dimakan dan ada teman yang selalu menemani itu sudah cukup.

Selamat Ulang Tahun(akhir sebuah kisah)

Mungkin jika kamu sudah temukan dan membaca itu yang tertulis terakhir kalinya cerita tentang kita.
Sebuah perjumpaan pasti akan ada perpisahan,sebuah pepatah yang seringkali terjadi.
Perasaanku..aahh..sudah terlalu sering sampai rindu rasanya jik tak tersakiti.
Banyak orang bahkan orang tuaku sendiri tak pernah tahu siapa aku,apa mauku,mau kemana arahku.
Yang pasti aku orang bebas ,bebas bukan berarti tanpa aturan.
Tak perlu membahas tentang aku..
Perjalanan telah banyak kau tempuh,manis pahit kehidupan telah banyaj kau rasakan.
Tapi sepertinya tak pernah kamu belajar dari itu semua.
Maaf sebelumnya jika aku memandangmu terlalu egois atau naif.

Setelah pertemuan kita dan setelah saling berbicara tentang keadaan dan kondisi yang kita alami,niatan ini timbul begitu saja..yaa itulah diriku.
Aku ingin membawamu jauh dari apa yang mereka kira tentangmu,apa yang mereka tuduhkan ke kamu.
Dan aku tahu kamu tak pernah perdulikan hal-hal seperti itu.
Waktu demi waktu perjalanan kita semakin aku mengenalmu dan orang-orang di sekitarmu.
Semakin besar pula niat untuk mendampingimu meski aku tahu apa yang akan terjadi nanti ke depan.
"Bunga ranjang" itu yang mereka sematkan untuk dirimu.
Banyak orang  di sekitarku memohon untuk memikirkan niatku membawamu dalam kehidupanku.
Tapi aku selalu menyangkal dan memberitahu mereka kebaikan dalam dirimu.
Memperistrimu sebuah hal yang besar untuk aku lelaki yang sudah beristri,tapi aku yakinkan niat itu bisa kulakukan.
Satu persatu tembok penghalang perlahan mulai runtuh meski butuh waktu yang tidak sebentar.
Jalan menuju kehidupan baru perlahan mulai terbuka.
Kenyataan mulai menunjukan perkasanya,tembok terbesar yang berlapis tegak menghadang.
Perlahan apa yang kamu percayakan kepadaku terkikis,perlahan perkataan menjadi sumpah serapah.
Dan kamu pun mengingkari apa yang dari awal kita sepakati.

Mungkin tembok ini terlalu tebal untukmu dan terlalu berat untuk kuruntuhkan sendiri.
Mungkin sudah saatnya mimpi ini,niat ini,ketulusan ini harus terkubur lagi.
Semoga kamu temukan apa yang kamu cari yang tidak kamu dapatkan dari aku.
Selamat Ulang Tahun terakhir kali kuucapkan kepadamu,semoga waktu mu tidak terbuang sia-sia saat bersamaku.
Selamat tinggal ..

Rabu, 16 September 2020

Selamat Ulang Tahun

Haiii...
Selamat Ulang Tahun
Semoga kesuksesan akan selalu menyertaimu,panjang umur dan bahagia selalu menyertaimu.
Mungkin kamu bertanya "Ada apa dengan diriku" akhir-akhir ini.
Dalam diam aku mencoba bercermin siapakah aku.
Masih pantaskah atau mungkin lebih tepat bisakah aku membuatmu bahagia?
Semakin waktu berjalan usia kita sudah tidaklah muda tapi kedewasaan tidak bisa diukur dengan bertambahnya usia.
Aku masih bingung dengan diriku dan kitapun sama-sama tahu dengan keadaan kita.
Mungkin memang benar seperti di awal kita bertemu kamu selalu menegaskan Tuhan mungkin punya rencana mengapa kita dipertemukan lagi di saat ini.
Semakin aku mencoba meraihmu semakin aku tak tahu apa tujuanku,meski kupahami aku hanya ingin kamu bahagia.
Apa yang kubisa?
Langkah demi langkah seakan membenturkan aku pada karang yang keras tapi tak pernah satupun menyurutkan niatku kepadamu.
Ya kita pun tahu keadaan kita dan kita tahu keadaan yang dipaksakan akan buruk hasilnya,seperti masa lalu yang kita alami.
Masih banyak hal yang belum kita selesaikan,kamu dengan persoalanmu dan aku dengan masalahku.
Maafkan jika aku tidak berbicara secara langsung karena aku tidak pandai berbicara,apalagi jika denganmu hehehe...
Masih banyak hal yang aku ingin ungkapkan tapi aku tahu kamu orang yang tidak mau membaca tulisan yang panjang lebih suka langsung berbicara.
Mungkin nanti ..
Selamat Ulang Tahun sekali lagi kuucapkan dan maaf aku tak bisa memberikan apa-apa di hari yang spesial ini.

Senin, 14 September 2020

Yang Terjadi

Senja masih menyapa di barat langit
Ketika tak ada lagi kebenaran tersisa
Topeng-topeng berkeliaran saling menggigit
Entah mengapa kebohongan banyak dipercaya
Mata tak bisa membedakan yang terlihat
Hanya nurani yang takut akan aturan
Di saat langkah tak menemukan sepakat
Diam atau melawan kekuasaan

Apa kabar keyakinan??
Merdu suaramu mungkinkah palsu??

Membungkam teriakan minoritas
Karena terlanjur terdengar di telinga
Apapun siapapun tak ada batas
Diktator ulung penggerak boneka
Tertawalah hingga tak mengenal puas
Sampai nanti saatnya tiba
Di ujung jalanan yang panas
Serakahmu terhenti oleh airmata