Minggu, 08 November 2020

Air dan Api


Aku kamu seperti dua mata belati
Yang tak tentu arah
Tapi ketika disatukan seperti sebilah pedang
Yang bisa menebas apapun aral melintang
Senja seringkali menjadi peneduh
Disaat ego sama-sama tak terkalahkan
Meledak emosi siapa yang merasa menang
Meski tak pernah kita dapatkan
Siapa yang menang atau yang kalah

Aku kamu seperti air dan api
Yang tak pernah bisa bersatu
Tapi saling mencari ketika tak bertemu
Beriringan meski beda karakter
Untuk sebuah tujuan yang kita impikan
Kita bangun dan capai bersama

Liar meski tak terlihat
Nakal walau akhirnya menyesal
Sesuatu yang kita lakukan
Jika ego sama-sama tak terkalahkan
Masihkah kita inginkan itu?
Saling menyakiti meski hati menangis
Saling melukai meski rindu ingin memeluk

Aku kamu sesuatu yang tak ada duanya
Keberhasilan hanya antara aku dan kamu
Tentang jalan yang kita pilih
Tentang hidup yang kita jalani
Berjuang untuk itu terwujud
Karena kita yakin kita mampu
Menyatukan air dan api
Dalam satu tujuan 

Kamis, 29 Oktober 2020

Senyumku Untukmu

Kadang Kamu Harus Bertemu Orang yang Salah, Sebelum Menemukan Dia Sepenuhnya Menggenapkan
Hidup itu lucu, terkadang yang kita anggap baik justru bukan yang terbaik, dan yang kita anggap tidak baik, pada akhirnya adalah rencana Tuhan yang terbaik.
Jatuh cinta memang fase yang paling indah, tapi jangan terlalu mudah..

Mencintai dan dicintai adalah dua hal yang akan kita alami dalam kehidupan. Ada proses yang begitu menyenangkan sebelum akhirnya kita memutuskan untuk menjatuhkan hati kepada seseorang, Jatuh cinta. Banyak orang yang merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama, jatuh cinta pada teman lama, atau bahkan jatuh cinta pada orang yang belum sama sekali ditemuinya.

Cinta memang aneh, dia mampu membuat kita tak melihat kekurangan apapun dari seseorang, dan cinta mampu menyembunyikan kelemahan apapun yang kita punya. Aku selalu bertanya, bagaimana seseorang bisa begitu mudah mencintai bahkan belum bertemu sama sekali.

Dan aku pun selalu bertanya-tanya, mengapa orang bisa jatuh cinta pada pandangan pertama? Seperti saat aku jatuh cinta padamu dengan begitu mudah, dan semuanya pun berakhir dengan mudah. Meninggalkan luka yang membuatku ingin menyerah, untuk percaya lagi pada cinta. Hingga aku kini berpikir bahwa jatuh cinta memang fase paling indah, tapi jangan terlalu mudah.

Bosan karena terlalu lama sendirian bukan alasan baik untuk jatuh cinta..

Bosan, adalah satu fase dalam hidup yang akan membuatmu tak ingin melakukan apa-apa. Bosan akan membuatmu merasa tak ada hal yang menarik lagi yang kamu punya. Bahkan dalam hal kesendirian. Memutuskan untuk sendirian dan tidak menjalin hubungan dengan siapapun memang tak mudah. Begitu banyak omongan dan sendirian yang akan kamu hadapi saat kamu memutuskan untuk sendirian tanpa pasangan. Tapi jatuh cinta karena bosan sendirian adalah hal yang tak perlu kamu lakukan.

Jatuh cintalah saat kamu benar-benar siap untuk membuka hati, jatuh cintalah saat kamu memang sudah siap untuk membagi waktumu dengan hal lain. Karena terkadang, kamu justru menyakiti orang lain yang bersamamu hanya karena kamu belum benar-benar siap jatuh cinta.

Aku pernah merasa begitu bosan pada kesendirian, dan berusaha menemukan pelampiasan perasaan. Tapi yang terjadi, aku hanya menemukan orang yang salah, dan pada akhirnya hanya membuatku patah hati lagi. Itu semua karena aku sebenarnya belum siap membuka hati, belum siap jatuh cinta lagi dan mungkin masih belum memaafkan diri sendiri.

Hidup itu lucu, terkadang yang kita anggap baik justru bukan yang terbaik, dan yang kita anggap tidak baik, pada akhirnya adalah rencana Tuhan yang terbaik..

Pernah menyesal karena bertemu dengan seseorang yang sudah kita sayangi dengan baik, pada akhirnya justru meninggalkan kita dengan segala kecewa yang ada? Aku pernah begitu sangat percaya dan menganggap dia segalanya, dan pada akhirnya terluka. Itulah mengapa jatuh cinta memang membuat kita buta, tak bisa lagi melihat apa-apa termasuk keburukannya.

Patah hati berkali-kali adalah bagian dalam hidup yang tetap harus disyukuri, karena itu berarti Tuhan sangat menyayangi dan menjauhkan kita dari kesedihan yang lebih nyata. Walau terkadang awalnya kita akan merasa dunia seakan runtuh dan ingin menyalahkan Tuhan karena membuat dia pergi. Memaafkan diri sendiri karena begitu bodoh menyayangi adalah hal yang paling pertama aku lakukan, karena pada akhirnya aku hanya sering menyalahkan diriku karena begitu mudahnya mempercayaimu.

Aku tak mengerti mengapa manusia begitu mudah berbohong dan ingkar janji, mungkin mereka tidak pernah menyadari bahwa Tuhan melihat semua yang mereka lakukan selama ini. Atau mungkin Tuhan ingin menunjukkan bahwa apa yang aku anggap baik, ternyata bukan yang terbaik. Dan apa yang selama ini aku anggap tak baik, adalah rencana Tuhan yang terbaik.

Aku menyesal, pernah begitu menyayangimu sangat dalam. Hingga akhirnya aku tenggelam dalam kesedihan tak berkesudahan..

Aku mempercayaimu, aku percaya kamu tak akan tega membuatku terluka. Aku percaya bahwa kata sayang yang kau ucap memang benar adanya. Tapi kini semua itu tak ada gunanya, kau membiarkan aku kecewa dan bahkan tak ingin lagi mengingat bahwa kau pernah ada. Aku begitu menyayangimu, hingga mampu membuatku memaafkan semua luka yang engkau berikan.

Aku begitu menyayangimu, hingga membuatku begitu bodoh untuk percaya bahwa aku adalah satu-satunya. Hingga saat menulis ini pun aku masih berharap pada Tuhan bahwa ini tak nyata, aku berharap bahwa kau hanya sedang khilaf dan tak menjadi dirimu yang sebenarnya, senaif itu aku menyayangimu. Aku kerap berkali-berkali meyakinkan diriku sendiri bahwa kamu adalah yang terbaik yang selama ini hadir dalam hidupku, walau ternyata semua sayangmu palsu.

Aku menyesal, karena pernah menyayangimu dengan sangat dalam, hingga akhirnya aku tenggelam dalam kesedihan yang tak berkesudahan. Aku ingin berhenti, menganggap bahwa kau adalah orang yang berarti. Mulai saat ini aku akan berhenti, memikirkanmu yang nyatanya hanya membuat sakit hati.

Memaafkan memang butuh waktu, tapi aku akan berusaha untuk itu..

Jalan hidup memang tak selamanya menyenangkan, ada ujian yang sudah Tuhan persiapkan agar hidupmu semakin matang. Ada beberapa orang yang kau temui akan meninggalkan banyak kebaikan dan ada beberapa yang meninggalkan keburukan, termasuk kamu. Saat Tuhan menjawab doaku, akhirnya aku berpikir bahwa memang kamu bukan yang terbaik.

Akhirnya aku berpikir bahwa ini memang seharusnya berakhir, agar aku bisa melanjutkan hidupku dan bertemu dengan seseorang yang memang sudah dipersiapkan untukku. Tapi tak semudah itu, butuh waktu memaafkan semua kekecewaan yang kau berikan. Aku tak pernah ingin berusaha tegar dihadapan semua orang, maupun dihadapanmu.

Dan kau tahu? sehebat apapun kau menyakitiku, aku tak pernah mampu mendoakan keburukan untukmu. Karena aku percaya, Tuhan sudah punya cara-Nya sendiri untuk menyadarkanmu. Aku hanya akan membiarkan semuanya berlalu. Memaafkan memang butuh waktu, tapi aku akan berusaha untuk itu. Agar hidupku lebih damai, agar hatiku lebih nyaman.

Terima kasih Tuhan, karena menyadarkanku lebih awal.

Minggu, 25 Oktober 2020

Kamu

 

Melupakanmu.. Itu berat

Tapi satu hal yang harus kulakukan

Belajar saja atau acuhkan saja

Yang terjadi diantara kita

Mungkin yang di dalam telah tertutup

Terkalahkan dengan nafsu yang kau umbar

Meninggalkanmu.. Itu susah

Banyak harapan yang kuhapuskan

Bukan tentang aku dan kamu

Tentang semua yang ada diantara kita

Namun aku bukanlah orang berada


Mencari yang sempurna?

Kejarlah nafsumu hingga tak bersisa

Hal-hal baik di sekitarmu

Roda selalu berputar dan karma selalu ada

Tak ada hasil tanpa melalui usaha

Kebersamaan dalam berpasangan

Adalah dimana satu sama lain saling menguatkan,

Saling mendukung,saling mengerti

Tentang kondisi dan keadaan satu sama lainnya

Bukan meninggalkan disaat yang lain membutuhkan

Bukan menyakiti disaat yang lain terluka

Bukan bersenang-senang disaat yang lain susah

Tapi itulah kamu..

Dan aku hanya tersenyum dengan tingkah lakumu

Jika saatnya kamu tersakiti lagi

Bahkan lebih sakit dari apa yang aku rasakan

Mungkin aku sudah pergi jauh

Hingga menoleh pun aku tak lagi melihat masa lalu

Jumat, 23 Oktober 2020

Aku Masih Tersenyum

 

Tak ada yang salah ataupun benar

Siapa yang tidak menginginkan terbaik di hidupnya

Langkah apapun dilakukan untuk mencapai nya

Hingga tanpa sadar mengkhianati apa yang tersumpahkan

Aku tak pernah memberikanmu kepalsuan

Tentang siapa dan apa aku

Kuceritakan masa laluku begitupun juga dirimu

Mungkin saat ku datang waktu yang tepat bagimu

Melampiaskan rasa sepi dan kesakitan di waktu lalumu

Hingga dirimu menyepakati apapun yang kuungkapkan

Tentang mimpi ,harapan meski tanpa adanya tabungan ke depan

Dengan satu tujuan bahagia bersama

Waktu demi waktu berjalan

Aku berusaha menghancurkan tembok penghalang

Satu demi satu

Serta mulai untuk mengumpulkan setiap hasil

Hingga satu persatu permasalahan muncul

Tentang keinginanmu mencari yang lain

Alasan demi alasan kau berikan

Akupun tak begitu menghiraukan

Dengan satu persyaratan yang sejak awal kita sepakati

" Kamu boleh kemana saja dengan siapa saja asal kamu tidak bercinta dengan orang lain "

Perlahan pun kembali seperti biasa

Dan kamu pun menyakinkanku dengan kata dan sikap mesramu

Hingga keadaan berubah tiba-tiba

Disaat pandemi terjadi di seluruh dunia

Pondasi yang terbangun perlahan roboh

Jarak yang jauh dan komunikasi yang searah

Membuat perubahan dalam dirimu

Pertengkaran demi pertengkaran semakin sering terjadi

Hal-hal kecil kamu besarkan

Menyudutkan aku dan membuatku diam

Aku masih bertahan untuk harapan kita..

Dengan santai kamu berkata..

" Kemarin dia datang dan aku tidur dengan dia,tidak cuma sekali selama dua hari dia disini aku melakukan berkali-kali..aku khilaf "

Dengan agak tersentak dan jantung berdegup kencang

Aku masih bisa tersenyum

Mungkin memang khilaf dan ku maklumi atau memang aku sudah bodoh

Atau tak tahu harus berbuat apa

Lalu kamu ucapkan lagi masih dengan santai..

" Besok aku akan pergi dengan dia beberapa hari "

Aahhh..kamu manusia terbuat dari apa?

Masih ada wanita sekeji ini?

Dalam diam ku kamu semakin mencari alasan

Pembenaran atas apa yang kamu lakukan

Satu persatu alasan kamu lontarkan

Satu persatu yang kita sepakati kamu ingkari

Dan yang membuatku tersentak kau berucap..

" Mungkin kemarin adalah kebodohanku,aku berpikir dengan kamu yang tak punya apa-apa,finansial yang ga tentu,bagaimana aku bisa hidup dengan 3 orang anak jika aku terus bersamamu "

Oohh..fuck..ringan sekali kamu ucapkan

Tanpa kamu peduli itu mungkin melukai perasaanku

Aku memang bukanlah dia yang lebih banyak bermateri dari aku

Dan juga hal itu sedari awal sudah aku jelaskan

Dan kamu pun menerima konsekuensi dari apa yang sudah kujelaskan tentang siapa aku

Aku masih tersenyum

Untuk melihatmu sekali lagi nanti

Siapa yang menjadi apa

Karma selalu mengikuti kemanapun

Mungkin ini akhir perjalanan harapan kita

Sampai nanti sampai berjumpa lagi esok


Senin, 19 Oktober 2020

Salam Untuk mu

 

Tak ada yang spesial hari ini

Yang kuharap yang kunantikan tak satupun datang

Hanya tersenyum memandang langit yang tertutup mendung

Langkahku mulai menapak di titik tengah

Tapi mimpi masihlah jauh untuk kuraih

Dalam pandangan mataku sebagai manusia

Mampukah aku?

Terkadang seorang lelaki pernah ragu untuk melangkah

Karena pasti memikirkan cara

Agar hasil akhir menjadi yang terbaik


Tangan mana yang siap kugenggam sudah kutemukan

Berakhir untuk satu lembar cerita

Bukan tangis atau penyesalan untuk semua yang terjadi

Belajar bersama lembar demi lembar yang terjalin

Kita sudah sama-sama memilih dan menentukan

Dan kurasa kamu bisa menerima dengan kedewasaan


Aku hanya sebagian dari beberapa ceritamu

Yang mungkin tidaklah berarti

Hanya saja ingatlah senyumku di saat kamu bersedih

Perlahan sosok ku akan hilang

Jaga dirimu baik-baik

Hidup Setelah Mati


Tundukan keangkuhanku
Sujudkan kesombonganku
Apalah aku di hadapan Mu
Serpihan debu penuh dosa

Cahaya yang pernah Engkau tunjukan
Yang kutahu itu adalah kematian
Entah suara siapa yang kudengar
Saat meminta untuk ku kembali
Ke dunia yang penuh kemunafikan ini

Apa yang terjadi?
Ketika kembali ku bernafas, semua terasa sama
Tak ada yang berubah..
Apa yang Engkau titipkan kepadaku?
Hingga ku kembali dari kematian

Perlahan aku mulai sadar
Aku berbeda sekarang
Melihat setiap mata aku menatap jauh ke dalam
Memasuki jiwa membuka hati siapapun dia
Bahkan meninggalkan raga dan kembali secepat kedipan mata

Kenapa aku??
Perintahmu pun tak selalu kuikuti
Kewajibanku bahkan tak ku lakukan
Banyak dosa yang kulakukan yang kutahu
Mengapa aku??
Harusnya aku mati hari itu

Tapi mungkin banyak hal yang takkan terjadi
Dan kurasa semua itu hal baik yang bisa kulakukan
Dari seorang pendosa ini

Aku tak tahu..
Berjalan saja sampai waktu terhenti..lagi.


Minggu, 20 September 2020

Sebuah Kata "Mau"

 Mungkin..

Sudah bukan waktunya

Untuk kita bicara tentang kata cinta

Seumuran kita kepercayaan mungkin yang utama

Untuk membangun sebuah hubungan cinta


Mungkin..

Apa yang kita sepakati

Untukmu adalah hal yang sepele tak berarti

Meski disitu kupercayakan sebuah hati

Hingga nafsu membuatmu mengingkari


Mungkin..

Kamu tak pernah tahu apa yang kurasakan

Tentangmu, tentang semua yang ada di dirimu

Dari beberapa perselisihan mungkin sebuah pesan

Yang berakhir hanya dengan sebuah kata "mau"


Mungkin..

Memang sampai disini cerita tentang kita

Meski aku tak tahu cara menyembuhkan luka

Yang terbaik kuucap semua doa

Semoga "Mau" mu mendapatkan bahagia


Sebuah kata yang dengan seenaknya engkau ucapkan

Tak peduli bagaimana dari awal kita perjuangkan

Tanpa selipkan maaf malah dengan senyuman

Mungkin..

Kini saatnya aku yang tersenyum 


Kamis, 17 September 2020

Aku

Sejak aku selamat dari kematian beberapa tahun yang lalu semua permainan perebutan kekuasaan dan kekuatan tidak ada artinya bagiku.
Jika kita tidak bahagia,maka apa gunanya memiliki seluruh dunia?
Aku hanya ingin melewati hidup yang sederhana dan bahagia,tidur sampai bangun sendiri,lapar ada makanan untuk dimakan dan ada teman yang selalu menemani itu sudah cukup.

Selamat Ulang Tahun(akhir sebuah kisah)

Mungkin jika kamu sudah temukan dan membaca itu yang tertulis terakhir kalinya cerita tentang kita.
Sebuah perjumpaan pasti akan ada perpisahan,sebuah pepatah yang seringkali terjadi.
Perasaanku..aahh..sudah terlalu sering sampai rindu rasanya jik tak tersakiti.
Banyak orang bahkan orang tuaku sendiri tak pernah tahu siapa aku,apa mauku,mau kemana arahku.
Yang pasti aku orang bebas ,bebas bukan berarti tanpa aturan.
Tak perlu membahas tentang aku..
Perjalanan telah banyak kau tempuh,manis pahit kehidupan telah banyaj kau rasakan.
Tapi sepertinya tak pernah kamu belajar dari itu semua.
Maaf sebelumnya jika aku memandangmu terlalu egois atau naif.

Setelah pertemuan kita dan setelah saling berbicara tentang keadaan dan kondisi yang kita alami,niatan ini timbul begitu saja..yaa itulah diriku.
Aku ingin membawamu jauh dari apa yang mereka kira tentangmu,apa yang mereka tuduhkan ke kamu.
Dan aku tahu kamu tak pernah perdulikan hal-hal seperti itu.
Waktu demi waktu perjalanan kita semakin aku mengenalmu dan orang-orang di sekitarmu.
Semakin besar pula niat untuk mendampingimu meski aku tahu apa yang akan terjadi nanti ke depan.
"Bunga ranjang" itu yang mereka sematkan untuk dirimu.
Banyak orang  di sekitarku memohon untuk memikirkan niatku membawamu dalam kehidupanku.
Tapi aku selalu menyangkal dan memberitahu mereka kebaikan dalam dirimu.
Memperistrimu sebuah hal yang besar untuk aku lelaki yang sudah beristri,tapi aku yakinkan niat itu bisa kulakukan.
Satu persatu tembok penghalang perlahan mulai runtuh meski butuh waktu yang tidak sebentar.
Jalan menuju kehidupan baru perlahan mulai terbuka.
Kenyataan mulai menunjukan perkasanya,tembok terbesar yang berlapis tegak menghadang.
Perlahan apa yang kamu percayakan kepadaku terkikis,perlahan perkataan menjadi sumpah serapah.
Dan kamu pun mengingkari apa yang dari awal kita sepakati.

Mungkin tembok ini terlalu tebal untukmu dan terlalu berat untuk kuruntuhkan sendiri.
Mungkin sudah saatnya mimpi ini,niat ini,ketulusan ini harus terkubur lagi.
Semoga kamu temukan apa yang kamu cari yang tidak kamu dapatkan dari aku.
Selamat Ulang Tahun terakhir kali kuucapkan kepadamu,semoga waktu mu tidak terbuang sia-sia saat bersamaku.
Selamat tinggal ..

Rabu, 16 September 2020

Selamat Ulang Tahun

Haiii...
Selamat Ulang Tahun
Semoga kesuksesan akan selalu menyertaimu,panjang umur dan bahagia selalu menyertaimu.
Mungkin kamu bertanya "Ada apa dengan diriku" akhir-akhir ini.
Dalam diam aku mencoba bercermin siapakah aku.
Masih pantaskah atau mungkin lebih tepat bisakah aku membuatmu bahagia?
Semakin waktu berjalan usia kita sudah tidaklah muda tapi kedewasaan tidak bisa diukur dengan bertambahnya usia.
Aku masih bingung dengan diriku dan kitapun sama-sama tahu dengan keadaan kita.
Mungkin memang benar seperti di awal kita bertemu kamu selalu menegaskan Tuhan mungkin punya rencana mengapa kita dipertemukan lagi di saat ini.
Semakin aku mencoba meraihmu semakin aku tak tahu apa tujuanku,meski kupahami aku hanya ingin kamu bahagia.
Apa yang kubisa?
Langkah demi langkah seakan membenturkan aku pada karang yang keras tapi tak pernah satupun menyurutkan niatku kepadamu.
Ya kita pun tahu keadaan kita dan kita tahu keadaan yang dipaksakan akan buruk hasilnya,seperti masa lalu yang kita alami.
Masih banyak hal yang belum kita selesaikan,kamu dengan persoalanmu dan aku dengan masalahku.
Maafkan jika aku tidak berbicara secara langsung karena aku tidak pandai berbicara,apalagi jika denganmu hehehe...
Masih banyak hal yang aku ingin ungkapkan tapi aku tahu kamu orang yang tidak mau membaca tulisan yang panjang lebih suka langsung berbicara.
Mungkin nanti ..
Selamat Ulang Tahun sekali lagi kuucapkan dan maaf aku tak bisa memberikan apa-apa di hari yang spesial ini.

Senin, 14 September 2020

Yang Terjadi

Senja masih menyapa di barat langit
Ketika tak ada lagi kebenaran tersisa
Topeng-topeng berkeliaran saling menggigit
Entah mengapa kebohongan banyak dipercaya
Mata tak bisa membedakan yang terlihat
Hanya nurani yang takut akan aturan
Di saat langkah tak menemukan sepakat
Diam atau melawan kekuasaan

Apa kabar keyakinan??
Merdu suaramu mungkinkah palsu??

Membungkam teriakan minoritas
Karena terlanjur terdengar di telinga
Apapun siapapun tak ada batas
Diktator ulung penggerak boneka
Tertawalah hingga tak mengenal puas
Sampai nanti saatnya tiba
Di ujung jalanan yang panas
Serakahmu terhenti oleh airmata