Apa kabarmu kawan..
Belati mu masihkah terhunus di sentuhan kata ? Syair tentang kemarahan dan dendam hingga menyayat tulang-tulang cinta
Aku kembali datang menyapamu ,berharap belatimu menemaniku malam ini
Gelegar petir dan angin yang kencang ,guyuran air hujan deras menyelimuti parasku
Bunga mawar hitam yang merekah kudekap erat dalam relung jiwa ,menunggu saat yang kelam pada waktu yang tak boleh terulang
Tanganku masih menggenggam nya..
Dengan darah dan airmata yang berpadu hujan
Kusatukan bait-bait kekecewaan dengan cinta dan kemarahan
Ini syair yang pekat..
Tak pantas untuk menjadi putih
Penyair terhunus ..mungkin kau ada di sampingku saat ini ,lemah nadi mu kurasakan bergetar di ranting berduri yang penuh darah
Engkau tersenyum ?
Disana di tempat yang nantinya aku akan berada, menunggu hingga saatnya kemana keabadianku menetap
Darimu kudapati arti setitik cahaya dalam gelap
Darimu kutahu dimana letak keramaian dalam sepi
Darimu hitam dan putih bisa berdampingan dalam kejelasan
Kata tanpa suara kembali kuhadirkan diantara waktu berpulang
Selamat tidur ...
"Penyair Terhunus - Hana Karimah"
Selasa, 23 Februari 2016
Senin, 22 Februari 2016
Kamu di dekat ku
kamu pun tahu apa yg kamu hadapi
kamu pun juga tahu apa yg kamu rasakan
kamu juga seharusnya tahu apa itu ikhlas
dan pasti kamu pun tahu arti kata sabar
inilah dunia alam fana yg tidaklah abadi
pelajari,rasakan,nikmati perjalananmu
karena kamu tahu kebahagiaan sesungguhnya
adalah esok di alam keabadian
Kesabaran adalah keutamaan
Keikhlasan adalah sahabat
Jadikan sakit sebagai senyummu
Karena pasti datangku juga senyummu
Karena aku seorang durjana yang bisa menjadi malaikat dan juga sebagai iblis...
Kukembalikan semua kepadaNya
Cinta memang tak harus memiliki
Tapi kupercaya alam yang abadi
Disana lah kita akan dipertemukan
Dalam doa kita bersama
Dalam hati kita bersama
Getaran nadimu pun masih kurasa
Meski mata tak melihat ujud
Hati yang selalu bersamamu
Tak pernah ragu menapaki jalan
Di selembar sajadah
Kutitipkan bahagiamu dalam doa kepadaNya
Kuselipkan senyummu dalam tasbihku
Nyanyian Sang Legenda
aahh..duniamu tetap kesabaran
Berpangku harapan dan doa
Menanti matahari menerangi langit
Tangis dan senyummu sedalam kesetiaan
Suaraku hanya angin di sebatas pelepas dahaga
Di dasar relung jiwaku Bergema nyanyian tanpa kata;
sebuah lagu yang bernafas di dalam benih hatiku,
Yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulit ;
ia meneguk rasa kasihku dalam jubah yg nipis kainnya,
dan mengalirkan sayang, Namun bukan menyentuh bibirku.
Betapa dapat aku mendesahkannya?
Aku bimbang dia mungkin berbaur dengan kerajaan fana
Kepada siapa aku akan menyanyikannya?
Dia tersimpan dalam relung sukmaku
Kerna aku risau, dia akan terhempas
Di telinga pendengaran yang keras.
Pabila kutatap penglihatan batinku
Nampak di dalamnya bayangan dari bayangannya,
Dan pabila kusentuh hujung jemariku
Terasa getaran kehadirannya.
Perilaku tanganku saksi bisu kehadirannya,
Bagai danau tenang yang memantulkan cahaya bintang-bintang bergemerlapan.
Air mataku menandai sendu
Bagai titik-titik embun syahdu
Yang membongkarkan rahsia mawar layu.
Lagu itu digubah oleh renungan,
Dan dikumandangkan oleh kesunyian,
Dan disingkiri oleh kebisingan,Dan dilipat oleh kebenaran,
Dan diulang-ulang oleh mimpi dan bayangan,
Dan difahami oleh cinta,
Dan disembunyikan oleh kesedaran siang
Dan dinyanyikan oleh sukma malam.
Lagu itu lagu kasih-sayang,
Gerangan ‘Cain’ atau ‘Esau’ manakah Yang mampu membawakannya berkumandang?
Nyanyian itu lebih semerbak wangi daripada melati:
Suara manakah yang dapat menangkapnya?
Kidung itu tersembunyi bagai rahasia perawan suci,
Getar nada mana yang mampu menggoyahnya?
Siapa berani menyatukan debur ombak samudra dengan kicau bening burung malam?
Siapa yang berani membandingkan deru alam, Dengan desah bayi yang nyenyak di buaian?
Siapa berani memecah sunyi
Dan lantang menuturkan bisikan sanubari
Yang hanya terungkap oleh hati?
Insan mana yang berani melagukan kidung suci Tuhan?
Membaca Dalam Gelap
Aku ingin membaca dalam gelap
Dengan lentera ingatan
Cahaya yang diberi Tuhan sedari kandungan
Lilin yang tak pernah habis
Melentik dari ubun menuju hati
Itulah nur Illahi
Tanpa buku catatan
Perjalanan menjadi ensiklopidia yang tak terbit dari percetakan
Jejak- jejak yang tercipta lahir dari buah pikir
Lelakon dari pengembaraan hingga menjadi musafir
Dalam gelap
Ada ayat yang terpendam
Halaman- halaman tanpa mengenal kata tamat
Paragraf- paragrap menjadi biografi diri
Tempat kita berkaca
Kapan merenung hingga bangkit tanpa tahu kita mati
Dalam gelap
Aku menjadi sendiri
Membaca buku diri
Tanpa ada yang mempengaruhi
Hujan di penghujung senja
Secawan senja di penghujung siang
Berantaikan kelabu di hamparan keemasan
Suara-suara kebisingan perlahan meredup
dan tetes air mulai jatuh dari langit
Masih seperti beberapa purnama yang lalu
Mengenalmu dengan lembaran harapan yg sama
Dimengerti,dipahami hanya kiasan yang sering hadir dalam mimpi
Tetes air semakin deras membasahi malam
Tak bergeming senyumku memahami bait demi bait rahasiamu
Risau mu,lelah mu,gundah mu...
Diantara harapan yg tak kunjung datang
akankah menggelegar seperti halilintar?
Cukupkah sebuah kesetiaan di saat tanggung jawab untuk menjadi imam mu belum siap?
Apalah dunia ini hanya lembaran-lembaran hitam dan putih yg terangkum sebagai bekal menuju kebahagiaan yg abadi
Ucap ku sebagai durjana senja
Tetap seperti ini atau melepaskan semua untuk mencari sesuatu yg memang tak gampang dicari...
Hanya lantunan doa di setengah malam
yang mampu menjawab pertanyaanmu
Tak Ada Judul
Sejenak menghilang diantara halimun
Biarkan matahari menerobos pekatnya
Mungkinkah sinarnya menembus?
Ataukah cukup sampai di tipisnya saja
Bukan sebentar penantian rembulan
Menunggu pungguk yang belum tentu merindu
Hanya ungkapan fajar..
Akankah setitik cahaya menembus pekat halimun
Langkah gemulai penari langit
Menanti asa yg akankah berarti
Langit masih bertingkat tujuh
Atau hanya menanti di satu tingkatnya saja
Terbanglah
Sudah siapkah wahai kupu-kupu ,
keluar dari kepompong dan
mengembangkan sayapmu yg berwarna warni
kepakan ..arungi setiap detik hal baru
meski dgn cerita masa lalu yg tak mudah menghilang
Kalimat ku selalu menemani serta doa di setiap sujud dan separuh malam yg kau ucapkan
terbanglah..temukan langit baru yg biru
aku hanya menyeka sedikit peluhmu
krn tak mungkin memeluk air matamu
Matahari perlahan meninggi tapi langit berselendang kelabu
terbanglah ..langit akan meneduhkan dari hujan
dan yg pasti kunanti senyummu
Jawabku
Masih aku berkata meski tak bersuara
Di setiap hirup kutiupkan asa
Menanti senyum mu merekah
Hujanmu ..
Kuhamparkan selendang keemasan
Di batas senja dalam sudut rindumu
Kubuka tirai kelabu mengajak pelangi
Hadirkan bahagiamu
Tumbuh dan berbunga lah
Merekah perlahan sampai kau mekar mempesona
Biarkan kumbang menghirup wangimu
Tapi jangan terburu memberi sari cintamu
Aku adalah kata tanpa suara
Yang hadir di sepertiga malam
Aku hanyalah kata
Diantara kalimat pengagum senyummu
Untukmu
Kemilau cahaya tertutup kelam emosi
Riuh canda terbekap topeng pengharapan
Ketuklah nurani mu dan buka mata hati
Disana akan kau temukan kenyataan
Lepaskan lelahmu atas harapan yang tak kunjung datang
Pada sujud dan doa mu di sepertiga malam
Basuh penatmu atas janji yang tak terbayar
Pada air suci di setiap wudlu mu
Sepi mu sebuah amarah yang tak berwujud iblis
Gelapmu sebuah dendam untuk sebuah penantian
Berontak .. Lepas .. sayang kemunafikan membelenggu
Kesetiaan menjadi sebuah hal yang sakral
Engkau melupakan senyum para sahabat
Engkau menjadikan mereka nisan yang membisu
Engkau membiasakan diri di keterpurukan
Dan menolak menyadari engkau tidaklah sendiri
Bawa cahayamu menyinari gelapmu
Meski itu hanya setitik terlihat
Keraskan tawa bongkar nisan di sekitarmu
Meski hanya senyuman yang terdengar
Dalam kata tak bersuara
Aku hadirkan hujan kebahagiaan
Bukan menawarkan harapan
Hanya tiupan asa di sepertiga malam
April
April yang sangat suci...
Berdamping doa di setiap nafasnya
Berselimut kasih sayang di setiap langkahnya
Berpeluk cinta di setiap senyummnya
April malaikat kecil...
Senyummu semangat untuk memperjuangkan hidup
Tawamu suara kebahagiaan hati
Tingkahmu adalah pewarna di setiap nafas
April yang tersayang...
Tumbuh dan mekarlah mempesona
Menjadi bidadari bagi imammu kelak
Sebagai malaikat bagi anak-anakmu esok
Dan sebagai doa disaat aku hanya menjadi sebuah nama
April ku...
Pesan Untukmu
Apa kamu lupa apa kodratmu?
Surgamu ada dalam bimbingan imammu
Berikan doa sebagai balasan bencinya
Mungkin suatu saat akan hadir kasih sayangnya
Tataplah dengan senyuman
Meski kadang terbalas acuh
Esok engkau juga membawa surga di telapak kakimu
Jangan jadikan amarahmu menjadi karma esok
Tetaplah tersenyum karena kasih sayang dariNya lebih besar terhadapmu
Kata Tanpa Suara
Masih pantaskah apa yang kau tunggu?
Perlu kesungguhan mematahkan harapan
Butuh tanggung jawab untuk melangkah maju
Dan juga sebuah pengorbanan demi sebuah mimpi
Apakah semua berubah tentangmu setelah kataku tak bersuara?
Dari saat itu hingga kini hanya pilu dan harapan kosong
Di setiap rahasia dibalik senyumanmu
Bukan menyudutkan waktu
Dan memang semua akan indah pada waktunya
Tapi siang pun berganti malam
Hujanpun terganti semi
Semua ada dalam langkahmu serta dalam genggamanmu
Kata tak bersuara sahabat yang tak terdengar indah
Meski sebuah cerita lampau tapi mata membaca kalimat
Hingga di sepertiga malam kembali kataku bersuara..
maaf chord minorku masuk dalam melodimu
Selamat Pagi
Tak terasa pagi pun menjelang sebaris cahaya keemasan terlihat di ufuk timur
Selamat pagi langit .. semalam mendung perlahan menghilang,
hadirkan beribu bintang yang berkerlip
Kusapa tetes embun yang berkilau, langkahkan doa dengan senyuman
Apa kabarmu?
Bunga misteri yang pernah kucoba menghirup wangimu
Tumbuh dan merekah lah
Tebarkan kembali wangimu, meski saat ini tak mungkin ku kembali mencoba menghirup wangimu Apa kabarmu?
Ku datangkan pelangi di hamparan biru
Bangkitkan jiwa yang membeku dalam lamunan
Mengetuk pintu hati yang tertutup tapi bukan untuk memasukinya
Hanya akan mendampingimu, menjagamu memandang pelangi sepuas hati
Hingga saat nanti..
Selamat pagi bunga misteri saatku sejenak terdiam, memejamkan tanya sejenak saja
Belum Ada Judul
Dimana hujanmu adinda..
Kan kukirimkan pelangi di tirai kelabunya
Agar langit bisa melihatmu tersenyum
Dan semesta pun menjadi tenang dengan bahagiamu
Duhai adinda...
Aku melihat senyum indahmu meski tersamar jarak
Laksana karang yang diterjang ombak kau selalu tegar
Apalah arti guyuran hujan?
Aku yakin takkan mampu meruntuhkanmu
Bangunlah adinda..
Sajadah keemasan kuhamparkan menyambut sang fajar
Karena matahari pun ingin segera hadir memandang senyummu
Iringi hadirnya dengan doa dan sujud mu kepada
Allah Aku nantikan senyummu juga..
Disini di kota yang penuh nyali
Lembaran ini punya cerita yang tak sepenuhnya tertulis indah
Kata tanpa suara di sepertiga malam, memecah kesunyian, memenuhi separuh jiwa yang hilang Menemani hingga rusuk itu menemukan raga yang sejati
"Terkuaknya Sebuah Karakter"
- apa yang terlihat jauh di dada kiri,sebuah kesejatian dari apa yang kita alami dan rasakan
- ketika merasakan sakit yang bukan karena fisik tapi sakit yang diakibatkan sebuah pengkhianatan oleh rasa,penyelewengan oleh sebuah kepercayaan dari ikrar setia yang telah terucapkan
- mungkin akan terjadi pembunuhan sebuah karakter oleh sang pelaku akibat dari hilangnya sebuah rasa,kejujuran,kesetiaaan karena itu telah menjadi sesuatu yang sangat berarti dan rasa kehilangan yang besar bisa menguak sebuah karakter baru yang selama ini terpendam yang keluar bersamaan dengan emosi yang besar
- dan bila akhirnya sang pelaku tidak bisa mengendalikan akan timbul 'chaos' dalam dirinya
telah hilang kesadaran dalam diri
yang membuat aku semakin jauh dengan keyakinanku
hingga aku permainkan sebuah kepercayaan
aku menjadi sepi ...
aku menjadi sunyi...
blues tak bertuan terdengar mengalun sendu
mengiringi sebuah langkah gontai
yang mencari sesuatu yang tak kunjung ketemu
meski dalam kelamnya sebuah realita
apa harus membunuh sebuah karakter
agar bisa sampai dalam langkah berikutnya
supaya ga ada lagi yang terluka
supaya ga ada lagi yang merasa dilukai
'cinta'mempunyai arti yang dalam
bukan hanya antara pria dan wanita
bukan pula anak dan orang tua
tapi ini sebuah 'cinta' di dalam diri untuk diri
kadang ku mendengar bocah-bocah
mengaduh meminta belas kasih di jalanan
sering kumelihat sang kupu-kupu malam
berlarian dikejar tanggung jawabnya
dan bisingnya kereta yang lewat
tak membuat mereka takut jalani
kerasnya hidup di dunia ini
apa yang terjadi dengan realita...
apa yang diperbuat sebuah kepercayaan...
hanya sebuah langkah...
akan awali sebuah perubahan..
Seseorang
aku akan menghormati keputusanmu
apapun itu dan aku selalu percaya kamu
kemanapun aku berada
dimanapun aku ada
bagaimanapun itu
bila kau butuh
bila kau perlu
aku selalu ada
untukmu
Cahaya Di Jiwa
"...kuambil gitar dan mulai kumainkan lagu lama yang biasa kita nyanyikan..."
Kudengar lirih sebuah lagu yang membuatku rindu akan seseorang,kuisap rokokku dalam-dalam dengan ditemani secangkir kopi yang masih panas terbayang jelas sosok perempuan yang sangat kusayangi.
Dalam setiap langkahku hanya dia yang menemani,yang menyemangati....oooohhh...
Kudengar lirih sebuah lagu yang membuatku rindu akan seseorang,kuisap rokokku dalam-dalam dengan ditemani secangkir kopi yang masih panas terbayang jelas sosok perempuan yang sangat kusayangi.
Dalam setiap langkahku hanya dia yang menemani,yang menyemangati....oooohhh...
Aku hanya sebuah koma dari kalimat yang tertulis indah dalam hidupnya
Bahagia mungkin sebuah kalimat yang relatif diinginkan dalm hidup setiap manusia,tapi tentu saja setiap individu mempunyai penjabaran yang berbeda-beda dan menurutku bersama dia selalu di sampingku adalah bahagiaku
"...dari pertama dengar kamu curhat rasanya kebakar hatiku...feelin gue biru, kau bagai duduk di atas api dan panasnya menghanguskan...laki-laki yang membuat kamu...simphatyku untukmu ngeblues..."
Disini aku merasa sepi...hanya gerimis yang menemani di awal pagi ini,apa yang sedang kau lakukan kini tak pernah aku tahu kupercayakan semua padamu dan kuyakin pasti baik buatmu.
Setiap bunyi berdering kuharap darimu tapi tak juga ada namamu disitu,aku rindu akan candamu,aku rindu akan tawamu...
Mata ini tak juga mengantuk...tapi aku harus siapkan energiku untuk besok,langkahku ga akan berhenti sampai disini meski terjal dan mendaki aku kan melangkah untuk satu tujuan dalam hidupku
Menjadikanmu pendamping hidupku dan bunda dari anak-anakku
Seseorang Yang Disana
Apa yang harus kubuat untuk menemukan lagi kenyataan terindah dalam hidupku
haruskah mimpi itu kubeli ?
Aku butuh seseorang untuk bangkitkan rasa percaya diri
Aku butuh sentuhan halus wanita tuk balut luka di hati
Tapi aku tak bisa untuk hilangkan dia dari langkahku
Sista aku butuh kamu..
aku ingin kamu ada saat ini temani kehampaan yang kurasakan berat
suatu hari aku pasti bisa untuk bangkit dan percaya diri
Tapi kapan ?
Seseorang disana telah sangat melukaiku
Seseorang disana telah menjatuhkan aku
Begitu dalamnya cinta yang tertanam dalam jiwaku
Sampai tak kurasakan sakit atas sikapnya kepadaku
Serpihan Mutiara Senja
Langit merah diantara awan mendung berarak,sang surya di barat bumi ini
Burung2 malam memanggil rembulan,menyanyikan lagu kerinduan
Angin lautan sore ini di tepi pantai,ombak menari berirama
Di pantai panjang yang membentang,aku larut di kerinduan ini
Disini saat itu aku memandang ombak yang sama,...dengan dirinya
Bercerita tentang indahnya kebersamaan,tanpa ada kebohongan
Apa yang kau mau sampai saat ini aku masih tak tahu
Aku hanya inginkan bahagiamu selalu...bidadariku
Aku ceritakan pada langit tentang perasaanku
Aku nyanyikan kesedihan berharap bintang akan sinari penatku
Di ujung duniamu aku berdoa agar kau selalu tersenyum
Meski aku harus berikan kebohongan tentang diriku
Kutitipkan hati dan jiwaku padamu dan putera,puterimu
Biar kubawa raga ini menuju kelam yang sama
Dalam bencimu untukku aku tersenyum
Di antara caci makimu padaku aku bernyanyi
Maafkan aku telah lakukan ini
Maafkan aku untuk semua kebohongan ini
Kutidurkan penat dalam pelukan malam,berselimutkan bintang tujuh samudera
Mimpikan bidadari yang telah pergi,meninggalkan pahitku untuk bahagianya
Senyumku dalam luka yang teramat perih,di antara caci kecewamu padaku
Aku mencintaimu bukan untuk kesedihanmu,aku menyayangimu untuk bahagiamu
Serpihan mutiara senja bawalah kebahagiaan padanya
Buat senyum selalu menghiasi hidupnya
Akan kunanti dia di akhir dunia ini
Selamat tinggal bidadariku sampai jumpa di lain kehidupan
This Night
Seketika ku tersentak saat kulihat nama yang selama ini hilang
Wajah itu berubah semakin terlihat menyimpan sesuatu
Kukira kau setia padaku ternyata kau menduakanku
Sungguh bener2 aku tak bisa menahan tawa ini
Ternyata aku bisa kalah dengan sosok wanita ini
Wanita keras kepala yang menganggap cinta tak berarti
Semua hanya dihargai dengan materi
Jangan sampai kau terjebak lagi dalam kenangan masa silammu
Sebelum kau bertemu aku,sebelum kau hancurkan semua impianku
Aku hanya ingin ucapkan kata2 maki untukku
Aku hanya ingin nyanyikan kehancuran hidup dari diri anarki biru
Capai semua materi yang kau inginkan tanpa cinta...Pheet
Jangan hargai kesetiaan dengan nilai rupiah
Jangan beli kejujuran dengan tinggi statusmu
Jangan kau jual kepercayaan dengan kenikmatan sesaat
Aku tak sehina itu meski aku tak berlimpah harta seperti pilihanmu
Aku tak seburuk itu meski aku tak setampan lelaki itu
Aku masih punya harga diri , aku masih punya malu
Meski aku bisa terima kau kapan saja , meski kan kau alami kejadian terburukmu sekalipun
Bangsatku tercinta, bangsatku yang cantik teruslah lari dari kenyataan ini
Keraskan kepalamu sekuat beton penyanggah gedung bertingkat
Butakan mata hatimu sekelam jiwa yang terbelenggu di dasar neraka
Lepaskan tangismu setelah kau tau siapa aku sesungguhnya
Bersujudlah pada Allah yang kau anggap Tuhanmu
Cinta yang kuberikan padamu bukan cinta monyet anak sekolahan
Sayang yang kuberikan padamu bukan sayang kekasih pertamamu
Cinta ini cinta sejati Setulus sayang melebihi ibu pada anaknya
Malam ini aku bersumpah !!!
Atas nama Allah sebagai Tuhanku dan Muhammad sebagai Rasulku
"Semoga kau bahagia dengan pilihanmu,semoga aku bisa benahi hidupku yang hancur untukmu
,semoga aku bisa melupakanmu seperti kau melupakan aku...Amin"
Belum Ada Judul
Tetes embun yang jatuh tepat di dahiku bangunkan aku dari mimpi yang berselimut kabut pagi
Di atas pasir putih di pantai,debur ombak dan angin lautan
Semburat cahaya jingga menyilaukan mataku yang masih mengantuk
Burung-burung kecil nyanyikan lagu tentang pagi ini
Aku rasakan manja sang mentari menyentuh kulitku
Ku coba duduk dan memandang lautan biru yang berkerlip
Lambaian nyiur seakan mengajakku menari bersamanya
Sakit,perih,luka ..yang dalam terasa jauh dilubuk jiwa
Masih membuat aku benci dengan sosok perempuan itu
Dan membuatku enggan untuk memberinya satu kata maaf
Tapi kecupan itu..pelukan itu..belaian itu..
Membuatku tak mampu untuk terus membencinya
Satu persatu luruh amarah dalam jiwa
Menjadikan ikhlas yang memberiku kerelaan untuk melepasnya
Jiwa yang tak terarah coba melangkah mencari cahaya
Saat aku ingin mencari jawaban apa arti hidup ini
Kawan aku butuh kalian saat ini tuk bangkitkan jiwa yang terjatuh
Sahabat bawa aku di kedamaian yang sejati
Dalam kebersamaan yang penuh cinta
Tak terasa matahari sudah semakin terang menyinari bumi ini
Dan perutku sudah mulai lapar
Aku bangkit dan berdiri melangkah di hamparan pasir putih
Menatap esok ,menyongsong hal baru yang aku temui nanti
Dengan perasaan lega,dengan jiwa tanpa kemarahan
Hati yang penuh dengan cinta-cinta yang baru yang akan terjadi nanti
Mawar Itu Berwarna Hitam
Memandang dinding yang berwarna kelam di batas senja,sorot tajam mata seorang petani menatap setangkai bunga
Berjajar rapi ribuan mawar yang mewangikan tiap sudut ruang,kuncup dan mahkota saling menunjukan keindahannya
Petani melihat bunga yang ga pernah ada di antara ribuan mawarnya....
Memandang tanpa kerlip di sebuah pot yang kokoh dengan sabar dan penuh kasih sayang dia memegang tangkai yang berduri
Dengan senyuman dia berkata dalam hati .. "Mawar ini berwarna hitam tapi tak hilang wanginya,tak hilang indahnya,tak kalah cantiknya dengan ribuan mawar merah diantaranya"
Perbedaan bukanlah suatu awal untuk memarginalkan sesuatu
Dimana berada kasih selalu ada untuk siapapun itu
Tanpa Judul
Sejalan dengan harapan mawar untuk selalu mengembangkan mahkotanya
Mengejar berjuta mimpi untuk menjadi yang lebih baik
Meski dalam genggaman kenyataan yang tak selalu berpihak
Dengan senyum... selalu berdoa ...
Tatapan yang miris seakan menghina bintang yang menemani malam
Bulan pun hanya tersenyum kecut dengan segala kelebihannya
Awan mendung perlahan bergelayut menuju timur negeri ini
Menutupi terangnya cahaya bulan di atas pantai
Kembali kesunyian berdansa dengan hampa
Seiring tetes air yang mulai jatuh dari langit
Dengan apa bahagia akan menuju jiwa
Di barat negeri ini kuberikan apa yang hawa inginkan
Yang selalu dipertanyakan kaumnya ada dan tiada
Masih tersisa jerit tangis di dalam sebuah jiwa
Anarki diri dari gelombang amarah biru
Hati ini diam...di selatan sumatera,diatas pasir Pantai Panjang
Ga ada yang percuma,ga perlu disesali...semua pasti ada hikmahnya
Sinaran jingga di ufuk timur semburatkan bayang2 semu
Kicauan burung2 kecil menyanyikan lagu kedamaian
Semilir angin lautan membelai rindu yang mulai mengecil
Pagi sudah menjelang saat sang surya menatap mata
Saatnya bangkit dan percaya ...
Disini juga ada cinta yang menerima ketulusan
Disini juga ada jiwa yang apa adanya
Gerimis malam tadi sisakan api kecil sebuah jiwa
Mengajak hati menjaga agar tak padam
Kesegaran terasa dengan tetes embun yang berkilau di daun
Memandang hari ini,kulihat esok dengan senyuman
Kelegaan yang belum pernah terasa
My Little Angel
Mendekatlah kemari bidadari kecilku ingin ku berterima kasih kepadamu
Atas semangat yang kau tumbuhkan lagi di diri yang rapuh
Senyummu membawa aku ke lembah kebahagiaan
Di antara canda,tawa yang kau ajarkan pada kesepian
Jawaban atas semua doa yang kupanjatkan di kegelapan jiwa
Kata-kata bijak dari seorang bidadari kecil
Yang kembali membuka nurani , beranikan diri tuk keluar di realita
Menantang resah yang tersisa ,meninju congkak dunia yang sombong
Binar kedamaian yang terpancar di bening matamu
Pecahkan amarah biru yang masih menggumpal
Lembut tangan bidadari kecil yang menyentuh dada kiriku
Rasakan detak jantung yang berdegup kencang
Saat mata ini memandang eloknya wajahmu
Saat hati ini melihat senyummu
Kusibak lembut rambut yang menutupi keningmu
Kukecup dengan kasih sayang
Dan kukatakan dengan setulus hati
"...Terima kasih bidadari kecilku..."
Langganan:
Postingan (Atom)