Senin, 22 Februari 2016
Senja Berselimut Duka
Matahari tertutup mendung sejak tadi , udara yang panas terasa saat angin tak lagi berhembus
Kita duduk bercanda di beranda taman dan kudengar mereka berteriak panik
Tanah ini bergetar dan memecah kedamaian yang ada
Suara-suara tangis diantara reruntuhan puing bangunan
Negeri ini sedang dilanda bencana...!!!!
Seketika hati ini tersentak kembali ke seminggu yg lalu
Saat saudara2ku tertimbun longsor dan mengerang kesakitan
Senja hari itu berselimut duka..tangisan ..rintihan
Menggema diantara jeritan manusia yang ketakutan
Dosa yang teringat mampukah membawa dirinya selamat dari ini
Nyawa2 menggelepar diantara bongkahan batu
Seiring para pemimpin negeri mencari simphaty
Mencoba memberi apa yang mereka bisa
Tegarkan semangatmu saudara2ku relakan apa yang telah menjadi kehendak-Nya
Selalu berdoa memohon ampunan untuk mereka yang telah pergi
Kalian ga sendiri di negeri ini,kami hanya bisa memberi ini
Mawar Merah Yang Terindah
Kusentuh lembut mawar merah yang sedang merekah,di antara lembut kabut menyelimutinya
Kupandang saat2 yang membuat degup jantungku berdetak cepat
Perlahan dan perlahan semakin merekah berwarna merah sekali
Tetes embun jatuh diantara mahkotanya,berkerlip kerlip diterpa matahari pagi
Hhhhhmmmmm......hati ini terasa damai sekali
Ga ada penyesalan,ga ada resah,ga ada yang membuatku terasa penat
Malam itu ...
Mawar merah itu tersenyum kepadaku,menatap dalam mataku
Menjatuhkan aku ke dalam bahagianya dan membuatku larut di keindahannya
Kuceritakan memori dari kisah yang biru,sesuatu yang jarang untuk kuceritakan
Sampai kau tertidur mawar merahku dan ku bisa terus menatap indahmu
Kubiarkan angan2 ini melambung jauh di atas langit2 mimpi
Temani tidurmu sampai esok pagi
Kuingin ku selalu menemanimu seperti kau menemaniku
Jangan terdiam dengan banyaknya bisikan dalam hidupmu
Aku kan selalu ada disampingmu dalm suka dan dukamu
Meski aku bukan seorang petani tapi aku menyayangi mu apa adanya dirimu
Terima kasihku untukmu mawar merahku
Kau berikan aku senyuman terindah dalam hidupku
Anarki Biru Say's
Kuucap berjuta kata maki malam ini untuk seseorang yang jauh disana-
Meski saat ini ku sedang tersenyum untuk mawar merahku-
Janji itu kan kubayar tapi belum saat ini-
Setelah kau dapat mengendalikan egomu-
Itu janjiku dulu sebelum kamu pergi meninggalkanku-
Jangan kau minta sekarang karena kutahu kau masih buta-
Lihatlah dunia ini yang penuh dengan kebohongan-
Yang kata mereka semu-
Jangan kau anggap semuanya ada di tanganmu-
Kau takkan bisa melangkahkan kakimu-
Semua orang yang menyayangimu akan pergi jika kau tak berubah-
Sadarlah ... -
Kau bukanlah satu yang terbaik tapi kau telah mengambil apa yang ada di jiwaku-
Setelah kau angkat tinggi kau jatuhkan ke dalam gelapnya lubang-
Sekarang setelah aku bangkit oleh harum mawar merah-
Yang selalu memberiku semangat dan-
Kau muncul dan mulai mengacau otak dan pikiranku-
Jangan kau menjadi seorang pecundang-
Yang hanya bisa diam-
Setelah kau dan dia bicara baik2 kepadaku-
Aku akan tahu kebenaran itu dari mulutmu-
Jangan sembunyi dari gelombang amarahku-
Aku bukan pengecut seperti kalian-
Setelah kau bisa mengalahkan egomu pasti aku akan datang-
Memberikan apa yang dulu telah kujanjikan-
Tapi bukan sebagai pendampingmu atau imammu-
Aku akan datang sebagai seorang ANARKI BIRU-
Symphoni Buat Mawar Merah
Mungkin diantara mawar merah yang pernah mengisi taman hatiku-
Hanya kamu yang membuat aku menjadi ragu untuk katakan debaran jantungku-
Kubaca setiap kata yang terucap darimu-
Kulihat setiap saat merahmu yang merona diantara hijau daun2-
Dan memang kusadari kau yang terindah-
Kucoba menjadi sahabat di kegalauanmu-
Mencoba semangati langkah2mu menyembuhkan jiwa yang terluka-
Kuceritakan kisah biru tentang hitamnya duniaku-
Dalam kejujuran mata hati seorang ANARKI BIRU-
Aku nyanyikan lagu tentang mimpi-
Mimpi indah yang kutinggalkan kini-
Dan kau berikan aku satu hal,satu kata dalam ceritamu-
Yang membuat ku sadar diantara simphony biru yang tercipta-
Tangan ini semakin bergetar hebat saat kusentuh indahmu-
Dan aku semakin tenggelam dalam emosimu-
Luka2 yang tergores di langkahmu bukanlah suatu alasan-
Untuk kau menyerah dan putus asa-
Bertahanlah bertahan jangan pernah menyerah-
Matahari akan terus menyinarimu sampai akhir usiamu-
Tumbuh dan berkembang menjadi mawar merah yang terindah-
Meski kau tak bermahkota seperti mawar merah yang lain-
Kau tetap yang terindah bagiku-
Tapi aku hanyalah sebuah bayangan dari kegelapan-
Yang tak pantas untuk menghirup wangimu-
Dan tak boleh untuk memetikmu-
Aku hanya penjagamu dari tangan2 jahil yang akan merusak indahmu-
Simphony Biru yang kunyanyikan untuk pengantar tidurmu-
Bukan sebuah harapan untuk kau impikan-
Senyum yang kau berikan saat kau merekah adalah bahagiaku-
Kau akan dapatkan yang terbaik di akhir kesendirianmu-
Ceritakan semua tentang kisah2mu-
Dulu ,kini ,sekarang ,dan esok-
Aku akan selalu ada untukmu kapanpun kau butuh aku-
Pesan Buat Bidadari Kecilku
Ga salah kau pilih seorang sahabat yang menyayangimu
Ga salah kau lebih memilih seorang pendamping dari sahabatmu
Tapi sebelum ijab kabul terucap jangan terlalu kau percaya dia
Sahabat ga akan menjerumuskanmu sobat
Tapi cinta butamu yang akan menjatuhkan kamu
Dan pasti kamu akan kehilangan apa yang menjadi mimpimu kini
Seorang sahabat yang selalu ada dalam suka dan dukamu
Bukan seorang pendamping yang kau anggap terbaik saat ini
Sobat bukannya aku ikut memperparah keadaan
Aku hanya ingin kau tahu jalan hidupmu masih panjang
Masih banyak hal yang belum kau ketahui indahnya
Masih banyak waktu yang belum kau ketahui sakitnya
Sebagai seorang kakak aku hanya ingin kamu bahagia
Bukan seperti mereka yang putus asa karena cinta
Padahal di dunia ini masih banyak seseorang yang butuh akan dirimu
Sadarlah sobat jangan kau menjadi buta akan cintamu
Lamanya waktu bersama dia bukan jaminan untuk menjadi kesetiaan
Ingat apa yang telah kuceritakan padamu
Jangan seperti apa yang ada di kisah biruku...
Jangan menjadi ego yang berlebihan karena itu musuh utama dirimu
Ingatlah selalu akan Tuhanmu yang memberi akal dan pikiran
Yang menjadikanmu untuk berfikir mana yang terbaik untuk jalanmu
Bukan emosi atau perasaan takut kehilangan yang menjadikan langkahmu
Tapi doa yang selalu kau panjatkan di setiap sholatmu
Langganan:
Postingan (Atom)