Senin, 22 Februari 2016
Belum Ada Judul
Dimana hujanmu adinda..
Kan kukirimkan pelangi di tirai kelabunya
Agar langit bisa melihatmu tersenyum
Dan semesta pun menjadi tenang dengan bahagiamu
Duhai adinda...
Aku melihat senyum indahmu meski tersamar jarak
Laksana karang yang diterjang ombak kau selalu tegar
Apalah arti guyuran hujan?
Aku yakin takkan mampu meruntuhkanmu
Bangunlah adinda..
Sajadah keemasan kuhamparkan menyambut sang fajar
Karena matahari pun ingin segera hadir memandang senyummu
Iringi hadirnya dengan doa dan sujud mu kepada
Allah Aku nantikan senyummu juga..
Disini di kota yang penuh nyali
Lembaran ini punya cerita yang tak sepenuhnya tertulis indah
Kata tanpa suara di sepertiga malam, memecah kesunyian, memenuhi separuh jiwa yang hilang Menemani hingga rusuk itu menemukan raga yang sejati
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar