Apa kabarmu kawan..
Belati mu masihkah terhunus di sentuhan kata ? Syair tentang kemarahan dan dendam hingga menyayat tulang-tulang cinta
Aku kembali datang menyapamu ,berharap belatimu menemaniku malam ini
Gelegar petir dan angin yang kencang ,guyuran air hujan deras menyelimuti parasku
Bunga mawar hitam yang merekah kudekap erat dalam relung jiwa ,menunggu saat yang kelam pada waktu yang tak boleh terulang
Tanganku masih menggenggam nya..
Dengan darah dan airmata yang berpadu hujan
Kusatukan bait-bait kekecewaan dengan cinta dan kemarahan
Ini syair yang pekat..
Tak pantas untuk menjadi putih
Penyair terhunus ..mungkin kau ada di sampingku saat ini ,lemah nadi mu kurasakan bergetar di ranting berduri yang penuh darah
Engkau tersenyum ?
Disana di tempat yang nantinya aku akan berada, menunggu hingga saatnya kemana keabadianku menetap
Darimu kudapati arti setitik cahaya dalam gelap
Darimu kutahu dimana letak keramaian dalam sepi
Darimu hitam dan putih bisa berdampingan dalam kejelasan
Kata tanpa suara kembali kuhadirkan diantara waktu berpulang
Selamat tidur ...
"Penyair Terhunus - Hana Karimah"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar