Senin, 22 Februari 2016

Untukmu


Kemilau cahaya tertutup kelam emosi
Riuh canda terbekap topeng pengharapan
Ketuklah nurani mu dan buka mata hati
Disana akan kau temukan kenyataan
Lepaskan lelahmu atas harapan yang tak kunjung datang
Pada sujud dan doa mu di sepertiga malam
Basuh penatmu atas janji yang tak terbayar
Pada air suci di setiap wudlu mu
Sepi mu sebuah amarah yang tak berwujud iblis
Gelapmu sebuah dendam untuk sebuah penantian
Berontak .. Lepas .. sayang kemunafikan membelenggu
Kesetiaan menjadi sebuah hal yang sakral
Engkau melupakan senyum para sahabat
Engkau menjadikan mereka nisan yang membisu
Engkau membiasakan diri di keterpurukan
Dan menolak menyadari engkau tidaklah sendiri
Bawa cahayamu menyinari gelapmu
Meski itu hanya setitik terlihat
Keraskan tawa bongkar nisan di sekitarmu
Meski hanya senyuman yang terdengar
Dalam kata tak bersuara
Aku hadirkan hujan kebahagiaan
Bukan menawarkan harapan
Hanya tiupan asa di sepertiga malam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar