Senin, 22 Februari 2016

Hujan di penghujung senja


Secawan senja di penghujung siang
Berantaikan kelabu di hamparan keemasan
Suara-suara kebisingan perlahan meredup

dan tetes air mulai jatuh dari langit
Masih seperti beberapa purnama yang lalu
Mengenalmu dengan lembaran harapan yg sama
Dimengerti,dipahami hanya kiasan yang sering hadir dalam mimpi
Tetes air semakin deras membasahi malam
Tak bergeming senyumku memahami bait demi bait rahasiamu
Risau mu,lelah mu,gundah mu...
Diantara harapan yg tak kunjung datang
akankah menggelegar seperti halilintar?
Cukupkah sebuah kesetiaan di saat tanggung jawab untuk menjadi imam mu belum siap?
Apalah dunia ini hanya lembaran-lembaran hitam dan putih yg terangkum sebagai bekal menuju kebahagiaan yg abadi
Ucap ku sebagai durjana senja
Tetap seperti ini atau melepaskan semua untuk mencari sesuatu yg memang tak gampang dicari...
Hanya lantunan doa di setengah malam
yang mampu menjawab pertanyaanmu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar