Pelan suara terdengar kidung mu ,mengalun merdu antara bahagia dan pilu
Kutitipkan rangkaian kata pada angin yang membelai disetiap senjamu
Sesuatu keikhlasan atau sebuah kekecewaan ,tidaklah membuat senyummu terhenti
Hanya saja hati berfikir dengan emosi jiwa yang tergores janji
Dinda.. lubang itu tidaklah terlalu dalam dan di sekelilingnya bertuliskan "masa lalu"
Masih juga engkau melewati dan terjatuh lagi sehingga lubang itu semakin dalam sehingga kau pun semakin sulit untuk keluar
Berkaca dan lihatlah apa yang ada dihadapanmu..
Itukah dirimu?
Keakuanmu membuat kau melewati jalan yang sama terjatuh di lubang yang sama
Berharap janji yang akan membantumu keluar
Kata yang tertulis begitu rapi dan penuh misteri
Tapi rahasiamu ada di dalam pancaran sinar matamu
Kamu sudah bosan?
Tapi di setiap langkah hatimu berontak untuk menunggu harapan dari sebuah janji
Meski tangis tak lagi mampu mengeluarkan airmata
Bodoh!!!
Lawan keakuanmu tundukan egomu
Lalu bangkit dan berlarilah .. biarlah mada lalu selalu menjadi cermin agar tak lagi melewati jalan yang sama dan terjatuh lagi
Aku hanya kata tanpa suara meski tak selalu di samping mu dan tak selalu ada disaat kamu inginkan aku
Tapi kataku akan selalu bersama angin yang membelai mu di setiap senja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar