Selimut senja membungkam
Keangkuhan ego yang mencoba merubah apa yang tertulis
Detik demi detik mencari arah yang pasti
Tapi langkah hanyalah mengarah pada jalan yang sama
Apa arti sebuah kesabaran yang tersisa
Emosi melahapnya dengan beringas
Suara bijak hanya dongeng sebelum tidur
Dan lelap hanya untuk mereka yang dipermudah
Tapi entah..
Dunia hanya sebatas nyawa bernafas
Dimana nafsu yang berkuasa
Kebahagiaan..
Seperti yang dijanjikan-Nya adalah abadi
Esok setelah semua yang mati dibangkitkan
Tak perlu meratapi dunia karena disini hanya harta dan tahta
Yang tidaklah kekal
Tapi entah..
Apa bisa mengendalikan nafsu ?
Membesarkan hati, menguatkan jiwa
Mencari arti sebuah kesabaran
Diantara kebutuhan untuk bertahan hidup
Jangan lupakan Sang Maha Segala
Pencipta semesta dan seisinya
Yakin dengan apa usaha kita menghidupi diri
Dengan lantunan bait suci di setiap nafas berhembus
Dan syukur dengan apa yang kita terima
Jiwa menuliskan kemunafikan
Rasa lelah, iri atau benci
Entah..
Nafsu memeluk dingin malam, menghangatkan emosi
Bisikan setan menggema di kanan kiri
Biarkan menghujam apa itu kehidupan
Langkah akan terus berjalan
Untuk memenuhi kewajiban sebagai seorang manusia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar