Jumat, 23 Oktober 2020

Aku Masih Tersenyum

 

Tak ada yang salah ataupun benar

Siapa yang tidak menginginkan terbaik di hidupnya

Langkah apapun dilakukan untuk mencapai nya

Hingga tanpa sadar mengkhianati apa yang tersumpahkan

Aku tak pernah memberikanmu kepalsuan

Tentang siapa dan apa aku

Kuceritakan masa laluku begitupun juga dirimu

Mungkin saat ku datang waktu yang tepat bagimu

Melampiaskan rasa sepi dan kesakitan di waktu lalumu

Hingga dirimu menyepakati apapun yang kuungkapkan

Tentang mimpi ,harapan meski tanpa adanya tabungan ke depan

Dengan satu tujuan bahagia bersama

Waktu demi waktu berjalan

Aku berusaha menghancurkan tembok penghalang

Satu demi satu

Serta mulai untuk mengumpulkan setiap hasil

Hingga satu persatu permasalahan muncul

Tentang keinginanmu mencari yang lain

Alasan demi alasan kau berikan

Akupun tak begitu menghiraukan

Dengan satu persyaratan yang sejak awal kita sepakati

" Kamu boleh kemana saja dengan siapa saja asal kamu tidak bercinta dengan orang lain "

Perlahan pun kembali seperti biasa

Dan kamu pun menyakinkanku dengan kata dan sikap mesramu

Hingga keadaan berubah tiba-tiba

Disaat pandemi terjadi di seluruh dunia

Pondasi yang terbangun perlahan roboh

Jarak yang jauh dan komunikasi yang searah

Membuat perubahan dalam dirimu

Pertengkaran demi pertengkaran semakin sering terjadi

Hal-hal kecil kamu besarkan

Menyudutkan aku dan membuatku diam

Aku masih bertahan untuk harapan kita..

Dengan santai kamu berkata..

" Kemarin dia datang dan aku tidur dengan dia,tidak cuma sekali selama dua hari dia disini aku melakukan berkali-kali..aku khilaf "

Dengan agak tersentak dan jantung berdegup kencang

Aku masih bisa tersenyum

Mungkin memang khilaf dan ku maklumi atau memang aku sudah bodoh

Atau tak tahu harus berbuat apa

Lalu kamu ucapkan lagi masih dengan santai..

" Besok aku akan pergi dengan dia beberapa hari "

Aahhh..kamu manusia terbuat dari apa?

Masih ada wanita sekeji ini?

Dalam diam ku kamu semakin mencari alasan

Pembenaran atas apa yang kamu lakukan

Satu persatu alasan kamu lontarkan

Satu persatu yang kita sepakati kamu ingkari

Dan yang membuatku tersentak kau berucap..

" Mungkin kemarin adalah kebodohanku,aku berpikir dengan kamu yang tak punya apa-apa,finansial yang ga tentu,bagaimana aku bisa hidup dengan 3 orang anak jika aku terus bersamamu "

Oohh..fuck..ringan sekali kamu ucapkan

Tanpa kamu peduli itu mungkin melukai perasaanku

Aku memang bukanlah dia yang lebih banyak bermateri dari aku

Dan juga hal itu sedari awal sudah aku jelaskan

Dan kamu pun menerima konsekuensi dari apa yang sudah kujelaskan tentang siapa aku

Aku masih tersenyum

Untuk melihatmu sekali lagi nanti

Siapa yang menjadi apa

Karma selalu mengikuti kemanapun

Mungkin ini akhir perjalanan harapan kita

Sampai nanti sampai berjumpa lagi esok


Tidak ada komentar:

Posting Komentar